
Penerbit Lentera Hati meluncurkan Tafsir al-Mishbah Wajah Baru pada 28 Februari 2009 di Islamic Book Fair 2009 yang bertempat di Istora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Tafsir al-Mishbah diterbitkan pertama kali pada tahun 2000 dan disambut dengan baik oleh kaum muslim Indonesia umumnya dan peminat tafsir al-Qur’an khususnya.
Tafsir al-Mishbah wajah baru dilengkapi dengan navigasi rujukan silang, dan dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami serta pengemasan yang lebih menarik.
Tafsir al-Mishbah menghimpun lebih dari 10.000 halaman yang memuat kajian tafsir al-Qur’an yang ditulis oleh M. Quraish Shihab, ahli tafsir al-Qur’an alumnus universitas al-Azhar, Kairo. Dengan kedalaman ilmu dan kepiawaian penulisnya dalam menjelaskan makna sebuah kosakata dan ayat al-Qur’an, tafsir ini mendapat tempat di hati khalayak.
Tafsir yang terdiri dari 15 volume besar ini menafsirkan al-Qur’an secara tahlîlî, yaitu ayat per ayat berdasarkan tata urutan al-Qur’an. Inilah yang membedakan tafsir ini dengan karya M. Quraish Shihab lainnya semisal Lentera Hati, Membumikan al-Qur’an, Wawasan al-Qur’an, Mukjizat al-Qur’an, Pengantin al-Qur’an, dan selainnya yang menggunakan pendekatan tematik (mawdhû‘î), menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an berdasarkan topik tertentu, bukan berdasarkan tata urutannya dalam mushaf.
Ada beberapa prinsip yang dipegangi oleh M. Quraish Shihab dalam karya tafsirnya, baik tahlîlî maupun mawdhû‘î, di antaranya bahwa al-Qur’an merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Dalam al-Mishbâh, beliau tidak pernah luput dari pembahasan ilmu al-munâsabât yang tercermin dalam enam hal: