| |
Wednesday, February 1st, 2012
MEMBACA SIRAH NABI MUHAMMAD SAW
Azyumardi Azra*
Sosok Nabi Muhammad SAW, tidak diragukan lagi, merupakan salah satu di antara sedikit orang—dalam kesimpulan Michael Hart (1978)—yang sangat memengaruhi perjalanan sejarah. Bukan hanya dalam bidang keagamaan, melainkan juga hampir di seluruh aspek kehidupan. Hart bahkan menempatkan Rasulullah pada urutan pertama dari 100 figur yang paling berpengaruh. Karena itu, sosoknya menjadi obyek penelitian dan penulisan yang tidak pernah habis-habisnya.
Buku karya Profesor M. Quraish Shihab ini merupakan riwayat Rasulullah paling mutakhir dalam bahasa Indonesia. Buku orisinal ini bukan terjemahan seperti umumnya, melainkan merupakan karya luar biasa dan amat substantif. Sebab, karya komprehensif ini memaparkan sekaligus menganalisis secara kritis berbagai karya lain tentang riwayat Nabi Muhammad SAW.
+ Selengkapnya
Wednesday, September 28th, 2011
Mengapa setiap Muslim wajib shalat lima waktu? Apakah Islam benar-benar membawa pesan damai, jika ya, mengapa Rasulullah saw. membawa pedang dalam misi dakwah? Apakah makna jihad yang sebenarnya?
Apakah hukum Islam relevan di zaman modern? Bagaimana pandangan Islam terhadap sistem perbankan konvensional? Bagaimana Islam memosisikan wanita di zaman ini?
Inilah antara lain soal-soal yang dibicarakan penulis dalam buku Al-Ghazali Menjawab 100 Soal Keislaman. Jawaban yang dikedepankan lahir dari pemahaman yang mendalam dan pemikiran yang jernih sehingga menyejukkan dan memuaskan dahaga siapa pun yang ingin memperluas wawasannya tentang ajaran Islam.
+ Selengkapnya
Wednesday, September 28th, 2011
Oleh M. Quraish Shihab
“Hanya milik Allah al-Asmâ’ al-Husnâ, maka bermohonlah kepada-Nya dengan (al-Asmâ’ al-Husnâ itu)” (QS. al-A‘râf [7]: 180).
Ayat di atas mengajak manusia untuk berdoa dengan menyebut al-Asmâ’ al-Husnâ yang tentu saja disesuaikan dengan kandungan permohonan. Misalnya, seseorang yang memohon rezeki, maka dianjurkan menyebut Allah dengan sifat ar-Razzâq (Pemberi Rezeki); atau jika yang dimohonkan adalah ampunan, maka sebutlah dengan sifat al-Ghafûr.
+ Selengkapnya
Alhamdulillah Insya Allah segera berjumpa kembali dengan Ramadhan.
Lentera Hati menghadirkan “Paket Hemat Bermanfaat” untuk melengkapi hadirnya bulan suci ini.
+ Selengkapnya
Thursday, June 30th, 2011
MEMBACA SIRAH NABI MUHAMMAD saw.
Dalam Soroton al-Qur’an dan Hadits-hadist Shahih
M. Quraish Shihab
Sinopsis:
Ketika Nabi dan kaum Muslim tiba di Madinah, sepulangnya dari pertempuran Tabuk, masyarakat Madinah, lelaki, perempuan, dan anak-anak, menyambut mereka dengan mendendangkan puji-pujian:
Thala‘a al-Badru ‘alaina. Min Tsaniyyâti al-Wadâ‘
Wajaba asy-syukru ‘alaina. Mâ da‘â lillâhi dâ‘
Ayyuha al-Mab‘ûtsu fînâ. Ji’ta bil amri muthâ‘
Di sinilah dan pada waktu itulah syair ini didendangkan, bukan saat menyambut Nabi saw. ketika tiba di Madinah dalam perjalanan Hijrah dari Mekkah. Sebab, perjalanan dari Mekkah tidak melalui Tsaniyat al-Wada’, sebuah tempat yang disebut dalam syair di atas. Tetapi yang datang dari arah Tabuk-lah yang melalui lokasi tersebut.
+ Selengkapnya
Thursday, April 14th, 2011
Pengaruh Nabi Isa as. terhadap sejarah kemanusiaan begitu jelas dan besar. Seiring perjalanan waktu, agama Nasrani telah memperoleh pemeluk amat besar, bahkan yang paling besar dibandingkan agama lain yang ada di dunia. Sebuah catatan sejarah yang hendaknya tidak boleh hilang dari ingatan kita adalah, bahwa agama Nasrani yang banyak dianut ini bukanlah agama seperti yang diajarkan oleh Isa Almasih. Seperti umum diketahui, Paulus menghadirkan agama Nasrani seperti yang ada sekarang ini dari gagasan etika, pandangan spiritual, serta ide pokok mengenai tingkah laku manusia yang diajarkan oleh Nabi Isa as. Tapi, Paulus telah menambahkan doktrin-doktrin teologis dalam bentuk pemujaan terhadap diri Isa Almasih as. yang tidak pernah diajarkan olehnya.
+ Selengkapnya
Siapakah jati diri Firaun yang hidup dan berkuasa pada masa diutusnya Nabi Musa as. dan Nabi Harun as. masih menjadi perdebatan hingga kini. Buku ini menjelaskannya dengan dilengkapi argumentasi historis dan antropologis, berupa dokumen-dokumen peninggalan para Ramses yang pernah memerintah negeri Mesir kuno. Tak lupa dikaitkan pula dengan penjelasan kisah yang terdapat dalam al-Qur’an.
Dengan bukti-bukti itu pula, buku ini hendak meyakinkan pembaca bahwa Ramses II benar-benar mengaku sebagai tuhan, yang sekaligus membuktikan kebenaran firman Allah swt. tentang kehancuran besar yang melanda peninggalan Ramses II. Buku ini juga menjawab beberapa pertanyaan tentang beberapa sosok dan mengenai fakta sejarah yang berkaitan erat dengan kisah Musa dan Harun, antara lain: Siapakah sejatinya Haman itu? Siapakah lelaki kerabat Firaun yang mengikuti ajaran Musa? Siapa pula istri Firaun yang beriman kepada Allah? Siapa sejatinya Qarun? Di mana lokasi terbelahnya laut dan di mana pula Firaun ditenggelamkan? Mukjizat apa gerangan yang tersimpan dalam mumi Ramses II? Bilamana dan di manakah Nabi Musa as. bertemu dengan Nabi Khidhr as.? Di manakah orang-orang Israel berada setelah jatuhnya hukuman Tuhan berupa ketersesatan di padang Tieh?
+ Selengkapnya
Gugatan atas keberadaan Jemaat Ahmadiyah telah bergulir menjadi isu nasional. Terlepas dari pro-kontra yang mengitarinya, bangunan argumentasi yang diformulasikan kelompok Ahmadiyah ini sepintas memang sangat berdasar dan meyakinkan. Bagi mereka yang tidak memiliki pijakan yang kokoh dan akses langsung ke sumber-sumber primer ajaran Islam, mungkin akan terpesona dan mengamini bahwa kedatangan nabi lain setelah Nabi Muhammad saw. memang dimungkinkan dalam Islam.
Benarkah al-Qur’an memang memberi kemungkinan bagi munculnya nabi baru setelah Muhammad saw., seperti yang disimpulkan kelompok Ahmadiyah dalam Tafsir mereka?
Buku ini membongkar kekeliruan-kekeliruan yang terdapat dalam Tafsir Ahmadiyah, utamanya penafsiran terhadap ayat-ayat kontroversial, yaitu ayat-ayat yang digunakan Ahmadiyah untuk membenarkan kenabian Mirza Ghulam Ahmad. Bangunan argumentasi kelompok Ahmadiyah yang begitu memesona penampilannya, ternyata sangat rapuh jika didekati secara kritis!
+ Selengkapnya
Monday, January 31st, 2011
Terjemahan Makna Disusun oleh:
M. Quraish Shihab
KEISTIMEWAAN AL-QUR’AN & MAKNANYA, Terjemah makna disusun oleh M. Quraish Shihab:
- Dilengkapi asbabun nuzul yang diambil dari hadits-hadits shahih, sehingga konteks ayat menjadi lebih benderang
- Konteks kalimat yang berisi seruan atau pembicaraan atau dialog lebih jelas, terutama yang berkaitan dengan subjek pelaku dan objek sasaran.
- Terjemahan makna disusun oleh pakar tafsir terkemuka saat ini.
- Terjemahan yang mudah dipahami
- Dilengkapi catatan kaki, terutama untuk istilah-istilah yang membutuhkan penjelasan tambahan, seperti istilah-istilah yang terkait dengan disiplin ilmu tertentu, seperti kedokteran, geologi, oceanologi, klimatologi, dsb.
+ Selengkapnya
Monday, January 31st, 2011
Membumikan Al-Qur’an Jilid 2
Memfungsikan Wahyu dalam Kehidupan
M. Quraish Shihab
Al-Qur’an adalah kitab kehidupan. Pedoman bagi siapa saja yang menginginkan petunjuk jalan yang benar. Tak ada keraguan di dalamnya. Membumikan nilai-nilai yang dikandung al-Qur’an adalah kewajiban setiap Muslim, laki-laki dan perempuan, pada level individual maupun sosial. Persoalannya, bagaimana kita bisa memahami nilai-nilai al-Qur’an pada satu pihak dan membumikannya dalam kehidupan pada pihak lain?
Buku ini merupakan upaya penulis untuk menangguk pesan yang dapat diraihnya dari kedalaman dan keluasan al-Qur’an. Di dalamnya dibicarakan aneka persoalan yang tentunya ditilik dari sudut pandang al-Qur’an. Dengan gaya bahasa yang renyah, pelbagai persoalan dikupas dalam penuturan yang memikat dan mudah dipahami. Aktualitas al-Qur’an digemakan kembali di tengah problem yang mengimpit umat. Betapa kita dibawa pada satu kesimpulan bahwa al-Qur’an adalah pedoman kehidupan yang pesan-pesannya tak aus digerus zaman.
+ Selengkapnya
|
| |
|
Penerbit Lentera Hati
Jl.Kertamukti No.63 Pisangan Ciputat 15419
Telp. +62 21 7421913
Fax. +62 21 7421913
email: info@lenterahati.com
|
|
|