Hidup Bersama Al-Quran 1

Penerbit :  Lentera Hati

Penulis: M Quraish Shihab dan Najelaa Shihab

Tahun Terbit: 2021

Halaman: 332

ISBN: 978-623-7713-64-7

Jenis Cover: Soft Cover

Bahasa: Indonesia

Al-Quran tidak hanya dibaca atau dihafalkan, tapi juga dipelajari kembali saat umat Islam menghadapi pertanyaan baru yang meminta penjelasan atau pertanyaan lama yang meminta konfirmasi. Timbulnya pertanyaan sangat terkait dengan kondisi personal seseorang atau situasi sosial budaya masyarakat terus berubah. Peristiwa adalah sebentuk dialog umat Islam dengan Al-Quran sekaligus bagian dari hidup bersama Al-Quran.

Buku Hidup Bersama Al-Quran 1 tidak hanya berisi pertanyaan dan jawaban atau pembahasan berbagai topik keagamaan, tapi juga berisi pemahaman esensial berikut dalil-dalil terkait, untuk membangun kebiasaan baru belajar dan mengajar Islam yang konseptual, positif, aktif, dan relevan.

Semoga pembaca mendapatkan pemahaman yang lebih utuh tentang ajaran Islam yang moderat (wasathiyyah), yang berarti tengahan, adil, seimbang, baik. Kita perlu berada di titik tengah di antara dua ekstrem beragama: mereka yang bersikap terlalu longgar, tunduk pada perilaku serta pemikiran yang mengakibatkan Islam kehilangan jati dirinya dan mereka yang menafikan perkembangan dan perubahan zaman dengan bersikap eksklusif dan menutup diri pada keberagaman.

Tafakur Umat Qurani – dr Muhammad Thohir, Sp.KJ

Tafakur Umat Qurani: Meraih Kebermaknaan Dan Kebahagiaan Hidup

Penerbit :  Lentera Hati

Penulis: dr. Muhammad Thohir, SpKJ

Tahun Terbit: 2021

Halaman: 172

ISBN: 978-623-7713-61-6

Jenis Cover: Soft Cover

Bahasa: Indonesia

Buku ini mengajak umat untuk menjadi umat Qurani, bertafakur dalam menyegarkan norma-norma kebenaran Islam yang telah terangkum sempurna dalam ayat-ayat Al-Quran. Tafakur perlu dilakukan oleh umat Qurani sebagai jalan ikhtiar meraih kebermaknaan hidup dalam berbagai dimensi dengan menjadikan Al-Quran sebagai hiasan bibir, kalbu, dan perilaku sehari-hari. Dilengkapi bait-bait puisi yang penuh makna dan instrumen tes Asmaul Husna, buku ini mengajak pembaca untuk melakukan identifikasi dan melatih diri sejauh mana telah menjadi umat Qurani.

Di tengah berbagai usaha bangsa Indonesia mengembangkan budaya literasi, kehadiran buku Tafakur Umat Qurani: Meraih Kebermaknaan dan Kebahagiaan Hidup ini memang perlu diapresiasi. Dari membaca judulnya, kita sebagai umat Islam sudah diantar untuk menjadi umat Qurani yang penuh makna dan memperoleh karunia Allah Swt. yang amat besar. Dengan itu diperlukan kesungguhan yang istikamah dalam membawakan diri secara selayaknya sebagai umat Qurani. Salah satu langkah mendasar yang esensial di antaranya adalah merenungkan sepenuh hati bait-bait puisi al-Qur’ân al-‘Azhîm yang tampil sesudah bab 3 Al-Quran sebagai hiasan kalbu. Bait-bait puisi tersebut penuh makna sebagai bekal umat Qurani dalam ikhtiarnya mewujudkan masyarakat Madani di zaman kini.

—Hj. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur

Buku Baru 2021

Kareem Dan Khaleel : Mencari Allah

Penulis: Junissa Bianda

Tahun Terbit: 2021

Halaman: 34

ISBN: 978-623-6944-01-1

Jenis Cover: Hard Cover

Bahasa: Indonesia

Setiap hari sebelum matahari terbit, Kareem dan Khaleel berdoa kenapa mereka bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan.

Namun kali ini, saat Kareem tengah berdoa, ia tiba-tiba penasaran.

Apakah Allah bisa mendengar doa kita? Di mana Allah? Ikuti Kareem dan Khaleel dalam petualangan mencari Allah sekaligus pertemuan mereka dengan teman-teman baru yang tak terduga dalam perjalanan.

Tafsir Juz 21: Al-Matsalu Al-Ala (Yang Maha Tinggi)

Penerbit :  Lentera Hati

Penulis: Prof. Dr. M. Yunan Yusuf

Tahun Terbit: 2021

Halaman: 544

ISBN: 978-623-7713-41-8

Jenis Cover: Hard Cover

Bahasa: Indonesia

Tafsir Juz XXI: Utlu Ma Uhiya ini diberi nama dengan Al-Matsalu al-A’la (Yang Maha Tinggi). Al-Matsalu Al-A’la disifatkan kepada Allah, agar seseorang terhindar dari pemahaman bahwa ada perbuatan yang mudah atau yang tidak mudah bagi Allah. Sebab, bila seseorang mempergunakan makna itu, maka akal manusia yang liar—yang tidak mendapat tuntunan Ilahi—akan bisa menjalar ke mana-mana dengan memunculkan kata “terlalu mudah”, “lebih mudah”, “mudah”, “mudah sedang”, dan boleh jadi juga “sangat mudah” bagi Allah.

Dengan demikian, tanpa sadar ia telah mempersamakan Allah dengan sesuatu. Padahal Allah itu adalah dzat yang laitsa kamitslihi syai-un. Jangankan sama, yang “seperti sama” pun tidak ada dalam sifat-sifat Allah. Dengan membaca Al-Matsalu al-A’la, Anda senantiasa berada di jalur tauhid terpelihara dari kemusyrikan dalam membangun kreatifitas menuju ridha-Nya.

Imprint