Sambut Tahun Baru Islam, Lentera Hati dan Aplikasi KESAN Rilis Tafsir Ringkas Digital M. Quraish Shihab

Jakarta, 6 Agustus 2021 — — Menyambut tahun baru Islam, Penerbit Lentera Hati bersama aplikasi KESAN resmi meluncurkan tafsir ringkas digital Al-Qur’an dan Maknanya, karya ulama tafsir nasional M. Quraish Shihab pada Jumat (6/08/2021). Al-Qur’an dan Maknanya menyajikan tafsir Al-Qur’an ringkas dengan bahasa yang ringan, sarat makna, tapi mudah dicerna.

Penerbit Lentera Hati mengatakan bahwa digitalisasi mushaf Al-Qur’an dan Maknanya adalah
keniscayaan di era digital guna menjangkau ragam pembaca.
“Digitalisasi ini diharapkan mampu menjangkau tidak hanya pembaca setia buku-buku Pak Quraish, tapi juga menjangkau generasi muda muslim yang ingin mempelajari Al-Qur’an dari pakarnya dengan format digital,” ujar Nasywa Shihab, Direktur Lentera Hati.

Sementara itu, CEO aplikasi KESAN Hamdan Hamedan mengatakan, pihaknya senang digandeng Lentera Hati dalam menerbitkan tafsir ringkas digital M.Quraish Shihab. “Kami senang dipercaya menampilkan Al-Qur’an dan Maknanya susunan Prof. Quraish dalam bentuk digital di aplikasi KESAN. Kita tahu bahwa ponsel pintar semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Oleh karenanya, adanya tafsir ringkas digital ini memungkinkan kita mendalami Al-Qur’an secara praktis, kapan pun dan di mana pun,” ujar Hamdan.

Aplikasi KESAN sendiri merupakan aplikasi Islami karya anak negeri yang menunjang kebutuhan ibadah dari mulai Al-Qur’an Digital, Jadwal Shalat, Konsultasi Islami, hingga Halal-Friendly Marketplace. Aplikasi KESAN dapat diunduh gratis di Google Play, Apple Store, atau di website KESAN (www.kesan.id).

Al-Quran dan Maknanya edisi 2021

Al-Qur’an dan Maknanya karya M. Quraish Shihab ini diharapkan dapat membantu siapa pun untuk memahami sekelumit dari makna-makna yang dikandung oleh ayat-ayat Al-Qur’an. Ia bukan terjemahan Al-Qur’an karena pada hakikatnya, sebagaimana ditegaskan oleh banyak ulama, Al-Qur’an tidak dapat diterjemahkan dalam arti dialihbahasakan. Paling banter yang dapat dihidangkan hanyalah sebagian maknanya, bukan seluruhnya, dan makna itu pun adalah menurut sudut pandang manusia, bukan makna hakiki yang dimaksud Tuhan.

Read more

Telah terbit edisi terbaru TAFSIR AL-MISHBAH

Alhamdulillah edisi baru Tafsîr Al-Mishbâh telah dapat hadir. Sejak terbitnya pertama kali pada tahun 1999 M, penerbit dan sekian banyak pembaca telah menginformasikan adanya sekian kesalahan dan itu disambut baik bahkan telah diusahakan perbaikannya pada setiap edisi terbaru. Kendati demikian, masih ada saja kesalahan-kesalahan yang kali ini ditemukan oleh tim yang terdiri dari beberapa kolega dari Pusat Studi Al-Quran (PSQ) maupun dari luar, yaitu Romli Syarqawi, Muhammad Khoirul Anwar, Ulin Nuha, Nur Aly, dan Mohamad Fauzi.

Mereka masih menemukan kesalahan-kesalahan baik dalam bentuk ejaan, nomor ayat, nomor surah bahkan beberapa kesalahan dalam bentuk kekurangan dan atau kelebihan kata yang mengakibatkan kekeliruan makna, dan lain-lain. Dalam edisi 2021 ini pula, penulisan teks Al-Quran diselaraskan dengan rasm Mushaf Utsmani standar Indonesia terbaru.

Namun demikian, pada prinsipnya dapat dikatakan bahwa apa yang terhidang dalam edisi baru ini tidak berbeda dengan edisi-edisi yang lalu, kecuali sekian perbaikan yang disebut di atas. Penulis yakin bahwa sangat mungkin—jika dibaca lebih tekun—maka masih dapat ditemukan kesalahan-kesalahan lain, bahkan penulis yakin bahwa pasti terdapat dalam kitab Tafsîr Al-Mishbâh ini, pandangan dan uraian yang telah out of date yang penulis sangat ingin revisi. Sayang, usia dan kemampuan fisik tidak lagi sama dengan masa-masa di mana kitab tafsir ini ditulis sejak lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Memang ada dalam benak penulis pandangan-pandangan dalam tafsir ini yang sedikit banyak berbeda dengan apa yang terhidang, apalagi seperti kata ulama: Al-Quran bagaikan berlian yang memancarkan cahaya yang berbeda sesuai sudut pandangan penafsir. Karenanya, bisa saja ia melahirkan penafsiran yang berbeda-beda pula yang semuanya bisa benar, kendati tidak tertutup pula kemungkinan adanya kesalahan penafsiran.

Semoga akan tampil pada generasi ini ulama-ulama yang mengetengahkan pandangan-pandangan baru yang berbeda dengan apa yang terhidang dalam Tafsîr Al-Mishbâh ini. Semoga Allah mendukung mereka dan mengampuni penulis atas kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi. Demikian. Wallâhu a‘lam.

Read more

Imprint