COMINGSOON SMSG 4 : Edukasi di Masa Pandemi

Tujuh puluh lima tahun kemerdekaan kita dirayakan dengan suasana yang berbeda di tengah wabah. Janji akses dan kualitas pendidikan, untuk semua dan setiap anak, yang masih sulit terwujud selama ini, menjadi makin jauh setelah pandemi. Walau isu kesempatan pendidikan tidak terkait langsung dengan corona, satu hal yang terjadi di banyak negara, kesenjangan terlihat semakin nyata.

Sekolah tanpa pertemuan tatap muka-sepi saat dikunjungi dan berbagai konsekuensi-adalah dampak jangka pendek dari wabah yang sekarang sudah terlihat nyata. Tetapi, kita perlu menyadari, Covid-19 juga membawa risiko dampak menengah dan panjang pada pendidikan yang perlu kita mitigasi dan carikan solusi.

Kegawatdaruratan butuh ribuan pahlawan dari berbagai pemangku kepentingan, yang langkah pertamanya adalah pemahaman tentang siapa dan apa yang sedang diperjuangkan untuk keberlanjutan pendidikan.

Bergerak dalam pendidikan merupakan keniscayaan bagi siapa pun yang mengaku punya kepedulian. Di ekosistem ini, peran pengamat tidak dibutuhkan dan menjadi hambatan. Menyatakan diri sebagai pengamat tanpa bekerja di lapangan, atau tanpa bekerja barengan, sesungguhnya secara eksplisit menunjukkan nilai-nilai yang gagal diperjuangkan.

Semoga makin banyak yang ambil peran tanpa kelelahan karena sesungguhnya ketahanan kita untuk terus berdaya dan melawan virus corona beserta dampaknya dibutuhkan sampai bertahun-tahun ke depan. Panjang umur perjuangan!

Judul Buku : Semua Murid Semua Guru 4: Edukasi di Masa Pandemi

Penulis : Najelaa Shihab

Ukuran Buku : 13 x 19 cm

Jumlah Halaman : 304 hlm

ISBN : 978-602-8740-80-7

E-ISBN : 978-602-8740-81-4 (PDF)

Harga Buku : Rp 89.000

Diskusi dan Launching buku ISLAM & KEBANGSAAN

Jakarta, 26 November 2020, Pusat Studi Al-Quran (PSQ), lembaga yang didirikan M. Quraish Shihab, bersama Penerbit Lentera Hati dan Organisasi Ikatan Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia berhasil menyelenggarakan Kajian Membumikan Al-Quran (KMQ) dengan agenda Launching buku terbaru berjudul Islam dan Kebangsaan: Tauhid, Kemanusiaan, dan Kewarganegaraan.

Diskusi yang terselenggara hari ini, Kamis 26 November 2020 pukul 10.00 – 12.00 berhasil menghadirkan Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Yudi Latif, Ph.D, dan Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab selaku penulis buku.  

Gelaran KMQ kali ini spesial karena mendiskusikan buku terbaru Quraish Shihab yang relevan dengan tantangan persatuan bangsa akhir-akhir ini. Yudi Latif mengungkapkan bahwa buku Islam dan Kebangsaan berada tepat di jantung gagasan kebangsaan yang sejalan dengan cita-cita lahirnya Negara Indonesia. Ia mengatakan bahwa, “buku ini sangat penting karena memperlihatkan contoh bagaimana Islam sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan Indonesia.”

Dalam pemaparannya Mahfud MD sebagai Menko Polhukam mengatakan bahwa buku Islam dan Kebangsaan ini membuat hati tenang. Pasalnya dalam buku ini diterangkan bahwa Islam tidak mengatur hal-hal formal terkait tata cara bernegara. Akan tetapi diatur bagaimana bernegara sebagai prinsip dan nilai. Karenanya, gagasan mengganti sistem dan dasar negara tidak tepat. Ia menegaskan, “Negara Indonesia ini bukan negara Islam tetapi negara yang Islami karena nilai-nilai substansi Islam dijalankan dalam sistem pemerintahannya.” 

Menanggapi dua pemateri tersebut, Quraish Shihab selaku penulis buku menerangkan bahwa bentuk dalam Islam dapat bermacam-macam seperti bentuk masjid yang beragam, bentuk pakaian yang beragam dan sebagainya. Yang ditekankan dalam ajaran Islam adalah sifat dan nilai-nilainya. Untuk membangun nilai ini perlu proses. Oleh karena itu Ia menegaskan, “Itu sebabnya agama Islam memperhatikan  nilai dan budaya masyarakat dalam konsep ‘urf.”  

Dengan hadirnya buku terbaru mengenai Islam dan Kebangsaan diharapkan mampu menjawab problem di masyarakat seputar memahami makna kebangsaan, kemanusiaan, dan kewarganegaraan dari persepektif Islam.

Read more