M Quraish Shihab : Bicara Pendidikan Seksual Tidak Selalu Membicarakan Tentang Aktivitas Seksual

Buku ini lahir sebagai secercah jawaban atas sejumlah pertanyaan mengenai pandangan Islam menyangkut seks, misalnya bagaimana Islam memandang seks dan cara penyalurannya? Perlukah ia dibicarakan dan diajarkan kepada anak dan remaja? Bagaimana hal tersebut dibicarakan? Ini kemudian melahirkan banyak pertanyaan baru, misalnya apa itu cinta? Bagaimana dengan cinta sebelum pernikahan? Apa tujuan pernikahan? Apa substansi seks dan bagaimana mempraktikkannya? Adakah tuntunan Islam tentang hal-hal tersebut bahkan adakah dalam Al-Quran atau Sunnah Rasul saw. uraian menyangkut seks yang disampaikan di hadapan khalayak? Dan sebagainya.
Tentu saja banyak ragam pertanyaan dan jawaban yang dikemukakan, baik oleh para pakar maupun orang kebanyakan sesuai usia, pengetahuan, dan kecenderungan masing-masing. Buku ini berusaha menjawab sekelumit dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, terdorong oleh maraknya persoalan seks dewasa ini.
Pada akhirnya, segala upaya kependidikan yang dapat membantu siapa pun menghadapi aneka problem mengenai dorongan seksual, merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan, apa pun nama yang diberikan menyangkut ragam pendidikan itu! Buku ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya dalam konteks tersebut, dengan jalan menghidangkan ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah Nabi saw. sambil menjelaskan maksudnya walau secara singkat dan sederhana.







Hidup Bersama Al-Quran 1
Tafakur Umat Qurani: Meraih Kebermaknaan Dan Kebahagiaan Hidup
Lentera Hati – Pijar hikmah dan teladan kehidupan

Indonesia International Book Fair kini hadir dalam bentuk VIRTUAL, temukan sensasi mengunjungi pameran buku secara virtual di laman www.indonesia-bookfair.com. Ikuti beberapa rangkaian mata acara yang diselenggarakan oleh IKAPI PUSAT sebanyak 75 Acara, Rights Books Festival, 150 stand virtual 3 dimensi dengan lebih dari 1000 buku.
Dalam kenyataan sehari-hari, banyak kosakata yang kita ucapkan bukan saja tidak menghasilkan kekuatan tetapi lebih daripada itu karena kita tidak memahami maksudnya atau kalaupun kita pahami, maka itu hanya makna yang terdapat pada permukaan wadah kata, tidak menembus ke lubuknya guna menangkap seluruh muatannya bahkan tidak jarang disalahpahami, kendati ia sering kita gunakan atau telah sangat populer di lidah, telinga dan benak kita.