Ramadan Book Fest Lentera Hati 2026
Tangerang Selatan, 12 Februari 2026 – Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadan adalah bulan membangun jiwa, memperkuat ilmu, dan memperhalus akhlak.
Melalui Ramadan Book Fest Lentera Hati, kita ingin menghadirkan buku sebagai sahabat perjalanan spiritual kita. Buku yang menguatkan iman, memperluas wawasan, serta menghangatkan hati.
Karena sejatinya, peradaban besar lahir dari tradisi membaca dan menulis. Dan Ramadan adalah momentum terbaik untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an, dengan ilmu, dan dengan refleksi diri.
“Event pameran buku sekarang ini, bukan lagi menjadi ajang kompetisi, tetapi jadikan event pameran buku sebagai ajang untuk saling berkolaborasi” ujar Nasywa Shihab selaku Direktur PT Lentera Hati di sela pembukaan Ramadan Book Fest Lentera Hati

Ramadan Book Fest Lentera Hati di selenggarakan mulai tanggal 12 – 20 Februari 2026 di Aula Masjid Bayt Al-Quran, Pondok Cabe – South City, Tangerang Selatan di hadiri oleh para stake holder, santri dan pegiat literasi
Menghadirkan juga beberapa penerbit yang berkolaborasi di acara ini yaitu, Lentera Hati, Haru, Serambi Distribusi, Alfabet, QAF, DMI, dan Rabbit Hole.
Di tutup dengan acara ceremonial gunting pita tanda pembukaan Ramadan Book Fest Lentera Hati oleh Direktur PT Lentera Hati










Hidup Bersama Al-Quran 1
Tafakur Umat Qurani: Meraih Kebermaknaan Dan Kebahagiaan Hidup
Lentera Hati – Pijar hikmah dan teladan kehidupan

Indonesia International Book Fair kini hadir dalam bentuk VIRTUAL, temukan sensasi mengunjungi pameran buku secara virtual di laman www.indonesia-bookfair.com. Ikuti beberapa rangkaian mata acara yang diselenggarakan oleh IKAPI PUSAT sebanyak 75 Acara, Rights Books Festival, 150 stand virtual 3 dimensi dengan lebih dari 1000 buku.
Dalam kenyataan sehari-hari, banyak kosakata yang kita ucapkan bukan saja tidak menghasilkan kekuatan tetapi lebih daripada itu karena kita tidak memahami maksudnya atau kalaupun kita pahami, maka itu hanya makna yang terdapat pada permukaan wadah kata, tidak menembus ke lubuknya guna menangkap seluruh muatannya bahkan tidak jarang disalahpahami, kendati ia sering kita gunakan atau telah sangat populer di lidah, telinga dan benak kita.