Lentera Hati dan Aplikasi KESAN Rilis Buku Digital Quraish Shihab

Seorang muslim membaca koleksi buku Islaminya di aplikasi KESAN. Foto. Dok. KESAN

Jakarta, 23 November 2021 — Penerbit Lentera Hati resmi meluncurkan buku-buku digital karya cendekiawan muslim M. Quraish Shihab di aplikasi KESAN, pada Rabu (23/11/2022). Puluhan buku yang ditampilkan mencakup tema yang beragam dari mulai Alquran, tafsir, doa tanya jawab Islami, hingga rahasia sukses dunia-akhirat.

Penerbit Lentera Hati mengatakan bahwa digitalisasi buku-buku Islami menjadi penting guna menjangkau lebih banyak pembaca. “Digitalisasi ini diharapkan mampu menjangkau tidak hanya pembaca setia buku-buku cetak Pak Quraish, tapi juga menjangkau generasi muda muslim yang ingin mengakses buku-buku Islami populer dengan format digital,” ujar Nasywa Shihab, Direktur Lentera Hati.

Sementara itu, CEO aplikasi KESAN Hamdan Hamedan mengatakan, pihaknya senang digandeng Lentera Hati dalam menerbitkan buku-buku digital M.Quraish Shihab. “Kami amat bersemangat menyajikan buku-buku Prof. Quraish dalam bentuk digital di aplikasi KESAN. Kita tahu bahwa smart phone sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita sehingga harapannya smart phone dapat menjadi cara buat kita belajar agama Islam secara praktis, kapan pun dan di mana pun,” ujar Hamdan.

Aplikasi KESAN sendiri merupakan aplikasi Islami karya anak negeri yang menunjang kebutuhan ibadah dari mulai Alquran Digital, Jadwal Shalat, Kiblat, hingga Konsultasi Islami. Aplikasi KESAN dapat diunduh gratis di Google Play, Apple Store, atau di website KESAN (www.kesan.id).

 

Tentang KESAN

KESAN adalah aplikasi Islami karya anak negeri terlengkap, gratis, dan bebas iklan yang didesain khusus untuk mengedukasi dan menemani ibadah umat Islam setiap saat.

Belajar Toleransi dari Al-Quran dan Teladan Nabi – M QURAISH SHIHAB

Jakarta, 6 Agustus 2022. Islamic Book Fair (IBF) ke-20 tahun 2022 di JCC Senayan dimeriahkan dengan bedah buku terbaru karya intelektual muslim Indonesia Prof. Dr. M. Quraish Shihab yang berjudul Toleransi: Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keberagamaan.

Bedah buku berlangsung Sabtu (6/8/2022) di stan pameran Majelis Hukama Muslimin (MHM), hall A JCC Senayan, Jakarta. Hadir sebagai narasumber, Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Phil Kamaruddin Amin dan Gubernur NTB (2008 – 2018) TGB Dr Zainul Majdi, MA. Selaku moderator Dr. Muchlis M Hanafi, MA.

Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Lentera Hati bekerja sama dengan Majelis Hukama Muslimin (MHM) kantor cabang Indonesia. Sinergi dalam penerbitan buku ini dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar MHM dan Lentera Hati dalam mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, serta mengkonsolidasikan nilai-nilai dialog dan toleransi, sebagaimana yang menjadi tujuan keterlibatan MHM dalam IBF kali ini.

Terbit awal Agustus 2022 buku ini menjelaskan bahwa perbedaan dalam hal apa pun adalah rahmat. Karenanya diperlukan toleransi. Prof Quraish mendefinisikan toleransi sebagai pengakuan eksistensi terhadap pihak lain menyangkut diri, keyakinan, dan pandangannya tanpa harus membenarkan. Makna toleransi ini didukung oleh beberapa ulama terkemuka dalam Islam.

Prof. Dr. M. Quraish Shihab mendasarkan argumennya saat menulis tema toleransi ini pada beberapa ayat Al-Quran, salah satunya QS. al-Hujurat (49): 13 yang menjelaskan keragaman dalam kehidupan, baik dari kesukuan, warna kulit, keyakinan, dan lain-lain. Penjelasan Al-Quran yang diikuti dengan teladan-teladan yang telah dipraktikkan oleh Nabi Muhammad saw. membuktikan bahwa toleransi telah menjadi keniscayaan sejak masa sebelum globalisasi.

Karenanya, Prof. Dr. M. Quraish Shihab menegaskan, “Dewasa ini, di era globalisasi, dunia diibaratkan telah menjadi bagaikan “desa kecil” atau dalam istilah Nabi Muhammad saw. sebagai kehidupan dalam suatu perahu. Dewasa ini dalam keadaan demikian, sungguh amat penting semua kita bekerja sama menghindarkan tenggelamnya perahu yang kita tumpangi bersama. Salah satu upaya yang terpenting adalah memahami dan menggalakkan toleransi baik antarumat beragama, maupun antara umat seagama bahkan antarsesama umat manusia. Inilah motivasi utama penulis menghidangkan buku ini.”

Buku ini juga menjelaskan posisi manusia dalam konteks ketuhanan dan kemanusiaan yang diikuti dengan dalil dan sekaligus pedomannya. Buku Prof. Dr. M. Quraish Shihab ini menegaskan bahwa kemanusiaan selalu beriringan dengan keberagamaan. Dengan menampilkan banyak kisah dalam Al-Quran tentang teladan dan praktik toleransi, kisah perjalanan dakwah Nabi saw. yang diikuti oleh sahabat, tabiin, dan para ulama, buku ini membuktikan bahwa perbedaan tidak menegasikan penghormatan dan penghormatan tidak berarti pembenaran, baik dalam hubungan sesama muslim atau agama lain.

Buku ini mengajarkan pembaca untuk dapat memberikan penilaian terhadap kesalahan, namun bukan membenci yang bersalah; membenci kedurhakaan, tetapi mengasihi dan memaafkan yang berdosa; mengkritik pendapat, dengan tetap menghormati pengucapnya, menyembuhkan penyakit dan mengusir penderitaan, bukan mengenyahkan yang sakit, bukan juga mengusir penderita.

Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin menilai buku Toleransi ini, meskipun kecil, padat dengan rujukan Al-Qur’an, Hadis, bahkan sejarah. Misalnya disebutkan bahwa Khalifah Umar r.a. ketika dipersilakan untuk salat di dalam gereja, beliau memilih untuk salat di tangga.

“Saya khawatir, jika saya salat di dalam, nanti umat Islam akan mengklaim gereja itu milik kita, lalu mereka ubah jadi masjid,” kata Umar beralasan.

Dr. TGB. Zainul Majdi, MA, yang juga hadir sebagai pembahas melihat Prof Dr Quraish Shihab dalam buku terbarunya yang bertajuk “Toleransi” ini ingin meletakkan sesuatu pada tempatnya. Menurut TGB, panggilan akrabnya, kemampuan untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya itu sangat penting, di dalam berislam, bersosialisasi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sebab, itulah ajaran Islam.

“Rasulullah, ketika bicara tentang akidah dan ritual ibadah dengan ketika berbicara tentang muamalah itu berbeda. Kalau bicara tentang akidah itu singkat dan sederhana, tidak ada improvisasi dalam akidah,” ujarnya.

“Terkait ritual ibadah, juga sama dengan akidah, prinsipnya mengikut saja. Misalnya, salatlah sebagaimana Salat Rasulullah,” sambungnya. Hal itu, berbeda dengan saat bicara tentang muamalah.

Prof Quraish menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang disampaikan oleh pembahas. Namun, penulis Tafsir Al-Misbah ini juga menyayangkan tidak ada kritik yang disampaikan pembahas terhadap bukunya. Menurutnya, tidak ada suatu karya yang tidak ada kekurangannya. “Mestinya ada kritik, yang kita harapkan untuk perbaikan cetakan yang akan dating,” pesannya.

Direktur Muslim Elders Indonesia Muchlis M Hanafi, selaku moderator acara, menyampaikan apresiasi atas penerbitan buku ini oleh Majelis Hukama Indonesia bekerjasama dengan Lentera Hati.

Direktur Penerbit Lentera Hati Nasywa Shihab mengemukakan secara khusus alasan terbitnya buku bertema toleransi ini. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang sangat beragam, baik agama, suku, ras, budaya, dan lainnya. Keragaman itu bahkan ada di internal masing-masing agama, termasuk Islam. Pada saat yang sama, dunia saat ini sedang dihadapkan pada adanya praktik intoleransi, termasuk yang saat ini dirasakan marak di media sosial. Agama dimainkan untuk isu politik, saling menyalahkan dan memurtadkan, serta dinamika lainnya.

“Buku ini penting untuk hadir ke publik, tidak hanya untuk memahami makna toleransi, tapi juga sejumlah nilai yang diajarkan Al-Quran dan praktik yang diteladankan Nabi Muhammad saw,” tegasnya

Urgensi dan Signifikansi Digitalisasi Tafsir Al-Quran Yang Moderat

Alhamdulillah setelah 2 tahun rehat dalam perhelatan buku terbesar di INDONESIA, kali ini kami mendapatkan kesempatan berpartisipasi dalam perhelatan buku yang bertajuk INDONESIA INTERNATIONAL BOOK FAIR 2021 di JCC, Senayan – Jakarta. IIBF yang berlangsung mulai tanggal 8-12 Desember 2021 kemarin menjadi bukti bahwa dunia perbukuan masih tetap eksis ditengah PANDEMI yang tengah melanda INDONESIA secara keseluruhan. Dengan prokes yang ketat alhamdulillah acara tersebut berjalan dengan lancar tanpa ada kendala.

Tepat tanggal 10 Desember 2021, kami mengadakan sebuah acara yang bertemakan “Urgensi dan Signifikansi Digitalisasi Tafsir Al-quran Yang Moderat” menghadiri 2 narasumber yang berkompeten membahas terkait DIGITALISASI AL-QURAN di ERA ke kinian. Hadir 2 narasumber HAMDAN HAMEDAN (CEO APLIKASI “KESAN”) dan SAVIC ALI (CEO ISLAMI.CO dan Nu Online)

Tema tersebut dibuat karena ingin melihat dunia digital yang semakin memengaruhi pola kehidupan masyarakat, termasuk dalam pemahaman dan penafsiran terhadap Al-Quran. Sifatnya yang terbuka, cepat, dan luas telah memberikan ruang bagi berkembangnya berbagai aliran pemikiran, ragam penafsiran, dan sebagainya. Tafsir-tafsir keagamaan yang ekstrem terhadap Al-Quran, baik kiri maupun kanan, turut berkontestasi mengisi ruang-ruang keislaman digital. Dalam konteks ini, tafsir-tafsir moderat perlu diketengahkan sebagai arus utama bagi masyarakat di era digital ini.

 

Al-Quran dan Maknanya edisi 2021

Al-Qur’an dan Maknanya karya M. Quraish Shihab ini diharapkan dapat membantu siapa pun untuk memahami sekelumit dari makna-makna yang dikandung oleh ayat-ayat Al-Qur’an. Ia bukan terjemahan Al-Qur’an karena pada hakikatnya, sebagaimana ditegaskan oleh banyak ulama, Al-Qur’an tidak dapat diterjemahkan dalam arti dialihbahasakan. Paling banter yang dapat dihidangkan hanyalah sebagian maknanya, bukan seluruhnya, dan makna itu pun adalah menurut sudut pandang manusia, bukan makna hakiki yang dimaksud Tuhan.

Read more

Telah terbit edisi terbaru TAFSIR AL-MISHBAH

Alhamdulillah edisi baru Tafsîr Al-Mishbâh telah dapat hadir. Sejak terbitnya pertama kali pada tahun 1999 M, penerbit dan sekian banyak pembaca telah menginformasikan adanya sekian kesalahan dan itu disambut baik bahkan telah diusahakan perbaikannya pada setiap edisi terbaru. Kendati demikian, masih ada saja kesalahan-kesalahan yang kali ini ditemukan oleh tim yang terdiri dari beberapa kolega dari Pusat Studi Al-Quran (PSQ) maupun dari luar, yaitu Romli Syarqawi, Muhammad Khoirul Anwar, Ulin Nuha, Nur Aly, dan Mohamad Fauzi.

Mereka masih menemukan kesalahan-kesalahan baik dalam bentuk ejaan, nomor ayat, nomor surah bahkan beberapa kesalahan dalam bentuk kekurangan dan atau kelebihan kata yang mengakibatkan kekeliruan makna, dan lain-lain. Dalam edisi 2021 ini pula, penulisan teks Al-Quran diselaraskan dengan rasm Mushaf Utsmani standar Indonesia terbaru.

Namun demikian, pada prinsipnya dapat dikatakan bahwa apa yang terhidang dalam edisi baru ini tidak berbeda dengan edisi-edisi yang lalu, kecuali sekian perbaikan yang disebut di atas. Penulis yakin bahwa sangat mungkin—jika dibaca lebih tekun—maka masih dapat ditemukan kesalahan-kesalahan lain, bahkan penulis yakin bahwa pasti terdapat dalam kitab Tafsîr Al-Mishbâh ini, pandangan dan uraian yang telah out of date yang penulis sangat ingin revisi. Sayang, usia dan kemampuan fisik tidak lagi sama dengan masa-masa di mana kitab tafsir ini ditulis sejak lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Memang ada dalam benak penulis pandangan-pandangan dalam tafsir ini yang sedikit banyak berbeda dengan apa yang terhidang, apalagi seperti kata ulama: Al-Quran bagaikan berlian yang memancarkan cahaya yang berbeda sesuai sudut pandangan penafsir. Karenanya, bisa saja ia melahirkan penafsiran yang berbeda-beda pula yang semuanya bisa benar, kendati tidak tertutup pula kemungkinan adanya kesalahan penafsiran.

Semoga akan tampil pada generasi ini ulama-ulama yang mengetengahkan pandangan-pandangan baru yang berbeda dengan apa yang terhidang dalam Tafsîr Al-Mishbâh ini. Semoga Allah mendukung mereka dan mengampuni penulis atas kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi. Demikian. Wallâhu a‘lam.

Read more

Hidup Bersama Alquran

Hidup Bersama Al-Quran 1

Penerbit :  Lentera Hati

Penulis: M Quraish Shihab dan Najelaa Shihab

Tahun Terbit: 2021

Halaman: 332

ISBN: 978-623-7713-64-7

Jenis Cover: Soft Cover

Bahasa: Indonesia

Al-Quran tidak hanya dibaca atau dihafalkan, tapi juga dipelajari kembali saat umat Islam menghadapi pertanyaan baru yang meminta penjelasan atau pertanyaan lama yang meminta konfirmasi. Timbulnya pertanyaan sangat terkait dengan kondisi personal seseorang atau situasi sosial budaya masyarakat terus berubah. Peristiwa adalah sebentuk dialog umat Islam dengan Al-Quran sekaligus bagian dari hidup bersama Al-Quran.

Buku Hidup Bersama Al-Quran 1 tidak hanya berisi pertanyaan dan jawaban atau pembahasan berbagai topik keagamaan, tapi juga berisi pemahaman esensial berikut dalil-dalil terkait, untuk membangun kebiasaan baru belajar dan mengajar Islam yang konseptual, positif, aktif, dan relevan.

Semoga pembaca mendapatkan pemahaman yang lebih utuh tentang ajaran Islam yang moderat (wasathiyyah), yang berarti tengahan, adil, seimbang, baik. Kita perlu berada di titik tengah di antara dua ekstrem beragama: mereka yang bersikap terlalu longgar, tunduk pada perilaku serta pemikiran yang mengakibatkan Islam kehilangan jati dirinya dan mereka yang menafikan perkembangan dan perubahan zaman dengan bersikap eksklusif dan menutup diri pada keberagaman.

Tafakur Umat Qurani – dr Muhammad Thohir, Sp.KJ

Tafakur Umat Qurani: Meraih Kebermaknaan Dan Kebahagiaan Hidup

Penerbit :  Lentera Hati

Penulis: dr. Muhammad Thohir, SpKJ

Tahun Terbit: 2021

Halaman: 172

ISBN: 978-623-7713-61-6

Jenis Cover: Soft Cover

Bahasa: Indonesia

Buku ini mengajak umat untuk menjadi umat Qurani, bertafakur dalam menyegarkan norma-norma kebenaran Islam yang telah terangkum sempurna dalam ayat-ayat Al-Quran. Tafakur perlu dilakukan oleh umat Qurani sebagai jalan ikhtiar meraih kebermaknaan hidup dalam berbagai dimensi dengan menjadikan Al-Quran sebagai hiasan bibir, kalbu, dan perilaku sehari-hari. Dilengkapi bait-bait puisi yang penuh makna dan instrumen tes Asmaul Husna, buku ini mengajak pembaca untuk melakukan identifikasi dan melatih diri sejauh mana telah menjadi umat Qurani.

Di tengah berbagai usaha bangsa Indonesia mengembangkan budaya literasi, kehadiran buku Tafakur Umat Qurani: Meraih Kebermaknaan dan Kebahagiaan Hidup ini memang perlu diapresiasi. Dari membaca judulnya, kita sebagai umat Islam sudah diantar untuk menjadi umat Qurani yang penuh makna dan memperoleh karunia Allah Swt. yang amat besar. Dengan itu diperlukan kesungguhan yang istikamah dalam membawakan diri secara selayaknya sebagai umat Qurani. Salah satu langkah mendasar yang esensial di antaranya adalah merenungkan sepenuh hati bait-bait puisi al-Qur’ân al-‘Azhîm yang tampil sesudah bab 3 Al-Quran sebagai hiasan kalbu. Bait-bait puisi tersebut penuh makna sebagai bekal umat Qurani dalam ikhtiarnya mewujudkan masyarakat Madani di zaman kini.

—Hj. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur

Buku Baru 2021

Lentera Hati – Pijar hikmah dan teladan kehidupan

Penulis: M Quraish Shihab

Tahun Terbit: 2021

Halaman: 564

ISBN: 978-623-7713-43-2

Jenis Cover: Hard Cover

Zaman ini adalah ketika kita menyaksikan krisis berbahasa dalam beragama. Beragam aliran (mazhab politik) keagamaan, organisasi keagamaan, beragam strategi agamawan dalam  dakwah, termasuk teknologi (media) pengeras suara, semua berebut saluran-saluran media agar mendapatkan perhatian.  Ada yang merasa bahwa suara keras adalah pilihan (bahasa) beragama yang niscaya agar didengarkan bahkan menang, sementara jalan sunyi hanya pantas bagi orang atau kelompok yang lemah.  Agama jadi sangat riuh bahkan terdengar gaduh.   Baca Selengkapnya >>>

 

 

 

Dia Di Mana-Mana (Cover Baru)

Penerbit :  Lentera Hati

Penulis: M Quraish Shihab

Tahun Terbit: 2021

Halaman: 472

ISBN: 978-623-7713-02-9

Jenis Cover: Soft Cover

Bahasa: Indonesia

“Tariklah pelajaran dari sebongkah batu yang sedemikian kokoh, tapi dapat berlubang walau hanya dibasahi air setetes demi setetes.”

Melalui hal-hal kecil yang seringkali diremehkan, sesungguhnya kita bisa menemukan “tangan-Nya”. Lewat buku ini, pembaca diajak untuk meninggalkan sejenak hiruk-pikuk dan segala rutinitas kehidupan untuk memerhatikan setiap makhluk dan peristiwa. Jika semua itu, manusia, binatang, dan ciptaan-ciptaan lain di jagad raya ini dipikirkan dan direnungkan secara tulus dan benar, niscaya kita akan sampai pada kesadaran bahwa ‘tangan’ Tuhan ada di balik setiap fenomena; bahwa Allah hadir di mana-mana, setiap saat dan di semua tempat!

Indonesia International Book Fair VIRTUAL 2020

Indonesia International Book Fair kini hadir dalam bentuk VIRTUAL, temukan sensasi mengunjungi pameran buku secara virtual di laman www.indonesia-bookfair.com. Ikuti beberapa rangkaian mata acara yang diselenggarakan oleh IKAPI PUSAT sebanyak 75 Acara, Rights Books Festival, 150 stand virtual 3 dimensi dengan lebih dari 1000 buku.

Kunjungi Toko kami di shopee.co.id/storelenterahati dan dapatkan diskon sampai dengan 60%  mulai tanggal 28 September – 7 Oktober 2020

Kosakata Keagamaan

Dalam kenyataan sehari-hari, banyak kosakata yang kita ucapkan bukan saja tidak menghasilkan kekuatan tetapi lebih daripada itu karena kita tidak memahami maksudnya atau kalaupun kita pahami, maka itu hanya makna yang terdapat pada permukaan wadah kata, tidak menembus ke lubuknya guna menangkap seluruh muatannya bahkan tidak jarang disalahpahami, kendati ia sering kita gunakan atau telah sangat populer di lidah, telinga dan benak kita.

Dewasa ini dalam masyarakat Islam, tersebar luas ide tentang “hijrah” dan “berhijrah”, tapi tidak jarang orang yang tidak mengenal substansi “hijrah” kendati mereka menggunakan kata-kata yang populer terucapkan dalam bahasa agama.

Dalam konteks perbaikan diri diperlukan muhasabah, yakni mencari kesalahan dan kekurangan diri sebelum mencari kekurangan orang lain. Perlu dicatat bahwa tidak ada manusia yang luput dari dosa, kesalahan dan kekurangan. Di sini, yang berhijrah dituntut untuk memilih dan mendahulukan prioritas dalam upayanya itu, karena meninggalkan semuanya sekaligus tidak mudah dilakukan. Allah pun dalam menetapkan dan mengharamkan sesuatu menempuh cara bertahap seperti halnya dalam pengharaman minuman keras.

 

GET PRINT BOOK KLIK HERE

GET E-BOOK KLIK HERE